Dolanku.com - Ada yang berkata "Bahagia itu sederhana." Perkataan tersebut sungguh menyederhanakan persoalan yang terkait mental atau jiwa. Padahal, kondisi hati atau batin manusia tak bisa dipaksa ataupun ditebak. Dalamnya laut bisa diukur, tetapi dalamnya hati siapa yang tahu?
Mungkin saja, satu cara "sederhana" bagi individu tertentu sangat mudah untuk membikin bahagia. Namun, teruntuk individu lain dibutuhkan langkah "sederhana" yang khusus. Intinya, metode dalam memperoleh bahagia berpeluang beda satu dengan yang lain. Apalagi, setiap individu bersifat unik.
Salah satu penyebab pokok kenapa banyak orang yang mudah kehilangan bahagia secara tiba-tiba ialah penggunaan media sosial yang berlebihan. Bahkan, memakai media sosial secara terbatas dan terkendali pun, bagi beberapa kalangan tetap saja membuat "lupa" bahagia.
Hal utama kenapa media sosial mengakibatkan gangguan suasana hati yaitu sesudah melihat perkembangan dan pencapaian orang lain. Apalagi, ketika pihak tersebut merupakan orang yang dikenal di dunia nyata. Baik yang pernah dikenal pada masa lalu maupun yang masih sering bertemu di dunia nyata.
Lantas bagaimana solusinya? Jika memang merasa "sakit hati" ketika melihat seseorang yang pamer dengan capaiannya maka sebaliknya juga jangan menyombongkan atas gapaian diri. Bagaimanapun, akan ada orang yang tak suka melihat orang lain tengah bahagia.
Kalau tetap dilakukan, saling bersaing dan "perang" unjuk keberhasilan diri akan terus berlanjut. Sangat mungkin tanpa berkesudahan tatkala tak ada pihak yang mau mengalah. Yakni, dengan langkah memilih menyimpan rapat apa-apa yang berharga dalam hidupnya tanpa dipertunjukkan.
Lebih baik, simpan semua hal yang telah diperoleh (uang, prestasi, benda mewah, teknologi canggih, kemesraan, kebersamaan, hingga kerukunan) sebagai privasi yang harus ditutup rapat. Kalau pun banyak orang tahu hal itu, mestinya terjadi secara alami tanpa didesain.
Biarlah orang lain menganggap sinis dan merendahkan. Toh, di saat yang tepat semua kebenaran pasti terungkap dengan sendirinya. Oleh sebab itu, tak perlu buru-buru. Tahan diri, bersabar, dan fokus dulu pada hal lain agar gapaian yang diperoleh bisa jauh lebih tinggi dan besar ketimbang sekarang.
Lagi pula, boleh jadi seseorang tak bahagia di media sosial, tetapi belum tentu di dunia nyata merana. Begitu pula, bisa saja individu tak bahagia di satu tempat dan komunitas, nyatanya di lokasi serta perkumpulan yang lain mengalami kebahagiaan. Jadi, jangan sempitkan pandangan serta dilarang memendekkan langkah.
(*)
Tulisan milik *Dolanku* lainnya:
Terima kasih telah membaca tulisan kami berjudul "Mau Bahagia? Hindari Menyombongkan Gapaian Diri dan Dilarang Membandingkannya dengan Capaian Orang Lain"
Posting Komentar
Berkomentar dengan bijak adalah ciri manusia bermartabat. Terima kasih atas kunjungannya di Dolanku.com